Jangan Merintih Pujangga Malam!

Gelap bukanlah lawan

Yang menjeratmu dalam keputusan bimbang

Gelap adalah keajaiban

Memberikan kebebasan
Yang tak ditawarkan oleh sang fajar

Ada apa di matahari?

Sehingga kau perlu berlari mencari

Cukupkah ia untukmu?..

Atau sebenarnya kau hanya sembunyi dari gelap dirimu

Kau kejar fajar seolah dia berlari menjauh

Kau siksa diri merasa tak ada yang peduli

hitam legam ragaku terbakar mataharimu
menyisakan cintaku yang menjadi arang
dan sedikit rindu yang menjadi abu

Mengapa kau biarkan ragamu digerayangi oleh malam

Mengapa tak kau tunggu aku tuk temani tidurmu yang tak panjang

Wajahmu yang membuatku gila

Senyummu yang memanggil hasratku

Tidakkah kau tahu bahwa setiap lekukmu adalah harta bagiku

Dan bila waktu kita tak lagi panjang
Kuingin kau yang menghabiskan setiap teguk gairahku

Kuingin kau yang mencabut setiap sisa detikku

Lalu memelukku saat hanya raga yang tersisa

Basuh aku dengan tangis cintamu

Karena itulah aku cintamu dan kau cintaku

Tapi jangan lama

Karena aku kan terlahir

Kembali berada disisimu

Dengan cinta yang sama

Saat ini malam, Malaikat

Bumi baru saja dimandikan hujan

Basahnya masih menetes dari atap-atap

Layaknya rinduku yang menghujan di dada

Yang tetesnya masih deras

Tetap deras

Malaikat

Jam itu mengukir waktu di bongkah hari

Dilukisnya kisahku yang merindumu

Kanvasnya kini berpelangikan resahku

Aku ingin terbang pulang

Ke sisi mu

Malaikat

Nyamuk menemaniku dengan nyanyian palsunya

Ku kira dia sahabat

Yang membungkam sepi dengan dengungan

Ternyata vampir yang hanya butuh darah segar

Aku Rindu Kamu, Malaikat…

Awan itu mengadu pada langit

Ditangiskannya hujan untuk bumi

Dirundungnya matahari dengan kelam

Sedang dewa tak mendengar

Titik hujan mengetuk keheningan malam

Membuka tirai rindu akan aku dan kamu

Senja telah habis

kini tinggal malam pekat yang memangil

untuk di peluk

. . .

Nantikan selalu kehadiran mentari

Yang membawa serta rinduku di antara cercah cahaya

Lalu

Merapuhlah mentari termakan senja

Tapi tidak rindu yang ku titip pada jingga

Esok terbit dengan hangat sinarnya

Sampai padamu lalui belai pedarnya

hanya jarak

bukan apa-apa

tak apa-apa

jangan kemana-mana

hanya ada padamu….

nama itu……