Saat ini malam, Malaikat

Bumi baru saja dimandikan hujan

Basahnya masih menetes dari atap-atap

Layaknya rinduku yang menghujan di dada

Yang tetesnya masih deras

Tetap deras

Malaikat

Jam itu mengukir waktu di bongkah hari

Dilukisnya kisahku yang merindumu

Kanvasnya kini berpelangikan resahku

Aku ingin terbang pulang

Ke sisi mu

Malaikat

Nyamuk menemaniku dengan nyanyian palsunya

Ku kira dia sahabat

Yang membungkam sepi dengan dengungan

Ternyata vampir yang hanya butuh darah segar

Aku Rindu Kamu, Malaikat…

Tulis sebuah Komentar

*
*