Tlah kuucapkan rasa pada mentari yang terbenam
Tlah Kukatakan sayang pada cakrawala malam
Tlah kulantunkan cintaku pada kerlip bintang
Dan kuteriakkan semua pada rembulan yang bersinar
Karna tak sanggup kulakukan itu semua
Padamu
Tlah kuucapkan rasa pada mentari yang terbenam
Tlah Kukatakan sayang pada cakrawala malam
Tlah kulantunkan cintaku pada kerlip bintang
Dan kuteriakkan semua pada rembulan yang bersinar
Karna tak sanggup kulakukan itu semua
Padamu
kau baik saja kan di sana?
ya aku baik saja di sini
bila tahu kau bernafas disana
walau aku nyaris mati didalamnya
ya aku baik saja di sini
bila tahu kau bahagia di sana
walau aku sengsara terkungkung rasa
ya aku baik saja di sini
bila tahu kau ada yang menjaga
walau aku bersama hatiku teraniaya
ya aku baik saja di sini
bila tahu kau tak menderita
walau aku … entahlah … tak terkata
Malaikatku
tak lelah mendendang rindu untukmu
kau dimana?
di surgakah kamu?
mengapa malaikat diam ketika ku bertanya tentangmu?
di langitkah dirimu?
mengapa tak kau titipkan peluk cium pada bintang jatuh untukku?
di gunungkah jejakmu?
mengapa tak kirim kabut tuk haturkan kasihmu?
di hutankah ragamu?
mengapa tak ada daun gugur bertuliskan puisi terbang kearahku?
di lautkah jiwamu?
mengapa tak ada debur ombak sampaikan cintamu untukku?
dimana kamu?
Jika hidup di udara adalah niscaya bagi manusia
Aku akan mengudara bersama burung dara
Melambung tinggi bersama elang perkasa
Tidur di awan yang menggumpal tebal
Trus lupa akan kamu
Jika hidup dalam air adalah niscaya bagi manusia
Mengendap aku didasarnya bersama ikan dan ganggang
Berenang, berenang
Sembunyi di balik karang
Agar kau tak temukan aku
Selalu… untuk malaikatku
Lagi…
Aku terbang membawa asa
Anganku melayang menyusuri dunia
Mencarimu
Lagi…
Setiap detik untukmu
Kuharap tiap belaian darimu
Aku
Rindu
Kamu
Malaikat
Tak bisakah kau kepakkan sayap putihmu
Tuk terbang ke angkasa mencariku
Aku terpasung di antara gumpalan awan
Kelabu rindu merundung surya
…
Malaikatku
Bagaimana mungkin aku hidup tanpamu
Kau bawa nyawaku dalam kelanamu
Kau bawa desahku dalam tualangmu
Kau bawa penggalan ceritaku dalam kisahmu
Kau adalah hembusan angin di gerahku
Kau adalah bunga dalam rangkaianku
Kau adalah syahdu di malamku
Kau adalah aku dalam duniaku
Kau adalah hidup dalam matiku
I.Miss.You
Malaikat…
Aku butuh kamu saat ini
Lebih dari apapun di dunia ini
Lebih dari apapun yang hidup di dunia ini
Lebih dari apapun yang membuatku hidup
Lebih dari udara…
Lebih mantra…
Lebih dari kata…
Lebih dari lebih…
Kursi jonjeng yang butuh penyangga
Aku yang butuh kamu
Hidupkan aku dinyaris matiku
Kulihat langit menguning tapi sebenarnya merah
Lihat, aku buta warna!
Buta!
Entah karena apa?
Ayo kita lari sore!
Lari dari matahari pagi
Dan ikut tenggelam bersama senja
Di barat sana
Oleh-oleh dari Ibu Dewi Sri Wahyuningsih
Sebelum EAP benar-benar usai
“ijinkan aku pergi sejenak
untuk mencari sepasang sayapku yang hilang”
dan dengarlah janji sang pria,
“aku akan kembali dengan terbang”
“sabarlah menanti
karena ku tak bisa pastikan terbenamnya matahari”
katakan pada tuhanmu
“sang pria sedang berkelana
mencari penentram hati
dan pelindung raga
dari rakusnya jiwa”
“jagalah dia dari segala mara bahaya
hingga kembalinya adalah suka cita dan cinta”
Ada yang gundah malam ini
Entah mengapa tadi pagi
Matahari tak bernafsu menguasai hari
Dia tergugu sendiri
Seolah tak ada yang peduli
Aku membantunya melipat awan
Agar dia tak kelelahan
Hujan dengan ramah menyapa
Sedang dingin menemani dengan setia
Yah, mungkin para malaikat
Sedang malas berada disini
Malaikat…
Andai rinduku dapat berucap
Tentu bosan kau mendengarnya
Andai rinduku dapat terbang
Entah ke bumbungan mana lagi dia kan melayang
Andai rinduku bisa tenggelam
Palung Paling dalam pun terdasarkan
Andai rinduku bisa bernyanyi
Entah nada apa lagi yang belum terbunyi
Andai rinduku adalah lautan
Maka bumi tak kan ada hamparan daratan
Andai rinduku turun bagaikan hujan
Musnahlah kemarau seumur hidup ini
Rinduku berlari mengelilingi bumi
Dan kulukis dengan pelangi di kanvas hati
Rindu ini seakan memenjarakan hatiku
Meremukan seluruh tulang-tulangku
Hingga tak disisakan sedikit saja untuk ku hidup
Mematikan
Dan aku benar-benar mati
Dan biarlah jika hanya dengan itu aku bebas untuk bertemu dengan mu
Jangan Merintih Pujangga Malam!
Gelap bukanlah lawan
Yang menjeratmu dalam keputusan bimbang
Gelap adalah keajaiban
Memberikan kebebasan
Yang tak ditawarkan oleh sang fajar
Ada apa di matahari?
Sehingga kau perlu berlari mencari
Cukupkah ia untukmu?..
Atau sebenarnya kau hanya sembunyi dari gelap dirimu
Kau kejar fajar seolah dia berlari menjauh
Kau siksa diri merasa tak ada yang peduli